oleh : Abu Muhammad Al Maqdeese
Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah, shalawat serta salam untuk Rasulullah Saw, keluarga sahabat dan orang-orang yang loyal kepadanya.
Sesungguhnya para pengikut jaamiyah dan madkhaliyah serta orang-orang yang berjalan di atas manhaj mereka sebenarnya mereka tidak lain hanyalah kelompok sesat dan murtad yang berwala’ (loyal) kepada para penguasa negara mereka secara umum dan kepada keluarga Sa’ud secara khusus, mereka itu adalah sekumpulan para ulama’ dan dai-dai penguasa bahkan mereka menjadi informan, intel penolong dan pembelanya.
Pada hakekatnya mereka itu khususnya para ulama’ dan dai-dai pada zaman kita ini hanya disebut dengan dua kalimat : (Mereka adalah Khawarij yang murtad terhadap para dainya, atau mereka itu Murji’ah yang zindik terhadap para penguasa thogutnya).
Mereka itu terhadap para dai yang mukhlisin seperti orang-orang yang dikatakan oleh Ibnu Umar Ra kepada mereka : (“Sejelek-jelek makhluk yaitu orang yang melihat ayat-ayat yang diturunkan untuk orang-orang kafir lalu dijadikan dalil untuk orang-orang mukmin”).1
Dan mereka terhadap para penguasa thoghut adalah pemimpin yang suka mabuk dengan pedoman orang-orang yang berkata
“dosa itu tidak membahayakan selama ada iman”)
Di hijaz, diantara tokoh-tokoh mereka adalah :
1.Muhammad Amman Al Jaami : dia adalah orang yang berasal dari Atsyubi, datang ke Madinah al Munawwarah lalu dimudahkan baginya untuk belajar di Masjid Nabawi dan Jami’ah islamiyah, dia sebagai informan yang terkenal untuk para penguasa kepada para Syaikh dan penuntut ilmu dan sungguh dia itu telah celaka.
2.Robi’ bin Hadi Al Madkhali, seorang guru di Jami’ah Islamiyah yang bekerja penuh untuk para penguasa dan spesialis dalam memfitnah setiap dai yang menentang penguasa, awal kali yang mereka lakukan adalah terhadap Syaikh Mujahid Sayyid Quthub Rhm.
3.Falih bin Nafi’ Al Harbi, Syaikhnya para intel Sa’udi sebagaimana yang telah diketahui oleh Saudara-Saudara kita di Hijaz.
4.Muhammad bin Hadi Al Madkhali, penjahat para pemimpin keluarga Sa’ud dan penyair istana mereka yang sering mengisi di Jami’ah Islamiyah… dia menyerupai khowarij dalam sambutan baiknya dengan menganggap halal darah kaum muslimin dan mendapat berkahnya dengan membunuh mereka, serta mengharamkan darah orang-orang kafir dan orang-orang musyrik, dia juga mempunyai syair yang berkenaan dengan eksekusi mati dari penguasa Sa’udi terhadap empat orang ikhwan yang bertauhid, yang telah melakukan pembunuhan terhadap beberapa orang dari musuh islam dan orang-orang Amerika di Riyadh, sebagaimana dia berkata dengan penuh pujian kepada menteri dalam negeri Sa’udi berkenaan dengan tertangkapnya ikhwan-ikhwan tersebut dan menghukum mereka dengan hukuman mati.
Berjalanlah hai anak yang memiliki tauhid!!2 Yang mengalahkan…
Dan menghancurkan setiap thaghut dan syaitan…
Dan mengangkat bendera islam tinggi-tinggi…
Walaupun ada musuh dan pendengki…
Sedangkan penguasa adalah mereka keluarga Sa’ud. Bagi mereka…
Kita mendengar dan taat yang pasti dengan Al Qur’an…
Dan tidak boleh seorangpun untuk membatalkan bai’at mereka…
Dan barang siapa yang berkhianat maka dia mendapat dosa pengkhianatan…
Wahai para penjaga keamanan setelah Allah di negaraku…
Allah menjagamu dalam keadaan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan…
Wahai bapak Sa’ud semoga Allah memanjangkan umurmu…
Dalam membela agama dan sangat membutuhkan bantuan dan pertolongan…
Allah…Allah… di dalam buku yang telah tersebar…
Manhaj takfir dan Ikhwan (ikhwanul muslimin)…
Setiap di negeriku telah dipenuhi dengan buku itu…
Dengan harga yang murah atau dengan cuma-cuma…
Bakarlah buku-buku itu dan hukumlah…
Orang-orang yang menjajakannya dikalangan para pemuda…
Syair ini menyerupai syair Amron bin Hattan seorang Khawarij Azariqah dalam memuji orang-orang murtad yang membunuh Ali Ra, dan saya mempunyai bantahan terhadap kasidah itu dengan sajak yang sama, di dalamnya saya jelaskan kesesatan pembuat syair ini dan di dalamnya saya singkap kebathilan tuan-tuannya dari kalangan thaghut yang kafir… judulnya (Ilaa Harisit Tandiid Wa Ruhbaanihi).
Di kuwait para ikhwan kita menamakan mereka dengan para pemilik manhaj Al Inbithohi (tiarap) karena mereka melemahkan semangat para dai dan mujahidin dan karena tiarap mereka dari para pemimpin yang suka mabuk, mereka terbagi menjadi dua : yang berkelompok (berjamaah) dan yang tidak berjamaah, mereka berbeda-beda tingkat tiarapnya akan tetapi bertemu (sama) dalam satu pemikiran dan manhaj, diantara pentolan-pentolannya adalah :
1.DR. Abdullah Al Farisy (tidak berkelompok) dia dipecat dari organisasi Ihya’ut Turats, padahal organisasi itu didominasi oleh orang-orang yang beraliran inbithohi, contohnya adalah perkataannya terhadap para dai di dalam kaset (Al Fursan Ats Tsalatsah), Syaikh Abdur Rahim Ath Thahan menyebutnya sebagai (thaghut dan penyeru kesyirikan serta telah menjerumuskan dirinya sendiri ke dalam kekafiran). Renungkanlah hal ini, lalu kajilah kembali bantahannya mengenai penguasa thaghut dan serangannya terhadap orang-orang yang mengkafirkan mereka dan menamakan mereka dengan thaghut!! Qarun!! Yang mengingatkan pada sabda Nabi Saw mengenai anak-anak kecil yang bodoh dan sejelek-jelek ciptaan :
“ Mereka membunuh orang-orang islam dan membiarkan para penyembah berhala”
2.Falah Ismail Mundakar (tidak berkelompok, dia keluar dari organisasi, dan contoh keberanian dia di dalam mengkafirkan para dai yaitu perkataannya di dalam kaset yang direkam (Apabila orang yang beragama fanatik terhadap kelompoknya maka dia telah murtad!!) sebaliknya anda akan melihat dia membela Fahd ketika memakai kalung salib dan mengejek orang-orang yang menghukuminya dengan kekafiran. Untuk itu dia berkata : (Apakah memakai kalung itu merupakan sebuah kekafiran? Siapa yang berkata bahwa berbuat kekafiran itu menyebabkan dia kafir? Adapun berhukum dengan hukum selain apa yang diturunkan oleh Allah, para ulama mengatakan itu adalah kufrun duuna kufrin (kafir tapi tidak kafir), dan yang kedua apakah salib itu benar-benar salib? Ini hanyalah sekedar sebuah upacara keagamaan dan bersifat protokoler saja, yang sudah saling diketahui oleh berbagai negara, dan setiap negara memiliki simbol masing-masing serta hal ini hanyalah sekedar bertukar hadiah sebagaimana yang dilakukan pada masa Harun Ar Rasyid!!!.
Jelas kamu tidak akan merasa heran setelah kejadian ini jika kamu mengetahui bahwa pembimbing skripsinya untuk mendapatkan gelar magister bagi Mundakar itu yang paling berpengaruh dari para guru-gurunya adalah Amman Al Jaami.
3.Muhammad Al Anbari (tidak berkelompok)
4.Hammaad Al Utsman (tidak berkelompok)
5.Salim Ath Thawiil (tidak berkelompok) mereka itu sangat rajin dalam menyebarkan kesesatan mereka di kantor-kantor.
6.Adnan Abdul Qodir.
7.Muhammad Al Hammud (keduanya berkelompok dalam satu organisasi). Disana masih banyak lagi nama yang lainnya selain mereka, namun mereka inilah tokoh-tokohnya dan semuanya berkumpul untuk menutupi aib para thaghut dan membela kekafiran mereka serta menganggap mereka sebagai pemimpin yang sah, yang tidak boleh memberontak mereka, diwaktu yang sama mereka melancarkan peperangan terhadap para dai islam dan mujahidin atau orang-orang yang mengkafirkan para penguasa thaghut.
Di Al Imarat (Emirat arab), Abdullah As Sabt (berjama’ah) dia adalah salah satu tokoh (poros) penting di dalam organisasi dan dia sangat giat menyebarkan kebathilan mereka yang telah disebutkan diatas, namun telah tersingkap kebathilannya dan dia telah cacat karena telah melakukan pelanggaran-pelanggaran masalah keuangan di Emirat Arab.
Sedangkan di Urdun, termasuk orang-orang yang berjalan diatas manhaj mereka dan mengikuti langkah-langkah mereka dalam membela thaghut, memerangi para dai dan membuat kebohongan-kebohongan serta penipuan, diantaranya adalah :
1.Ali Al Halabi, orang yang berfatwa yang masyhur mengenai wajibnya melaporkan para dai dan mujahidin yang dia dan para pengikutnya menamakan mereka dengan Takfiriyin (orang-orang yang suka mengkafirkan), sebagaimana yang diajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka : Apakah boleh melaporkan perkara orang-orang takfiriyin kepada penguasa pada masa sekarang ini? Lalu Al Halabi menjawa dengan jawaban yang membingungkan dan mengundang banyak penafsiran dengan berkata : (Apabila disana mengakibatkan kepada bahaya, kerusakan umat, penyesatan umat dan membangkitkan kejelekan maka hal ini adalah wajib).3
Kemudian dia ditanya tentang fatwanya ini pada tanggal 2 Robi’ul Awal 1420, dia menyangkalnya dengan keras dan menuduh bahwa kebiasaan mereka itu suka berbohong kepada para dai!!4 Lalu disodorkan kepadanya kaset yang di dalamnya terdapat tanya jawab dengan suara Al Halabi, maka dia membuat-buat kebohongan kepada seluruh orang yang mendengar pengingkarannya beberapa saat setelah itu dalam majlis yang sama, yang dilakukan di salah satu rumah ikhwan di daerah Az Zarqo’ (Urdun) setelah shalat isya’ dan diikuti oleh sekitar 40 orang, maka dia berbalik dengan membela fatwanya ini dengan gerah, dan sesungguhnya fatwa itu dimaksudkan kepada orang-orang yang merusak manhaj salafus sholeh terhadap umat.
Lalu dia ditanya : Apakah buku-buku dan pandangan-pandangan Syaikh Safar Al Hawali, Syaikh Salman Al Audah dan Syaikh Umar Abdur Rahman Rhm – semoga Allah membebaskan penahanannya – serta orang-orang yang semisal dengan mereka apakah mereka itu termasuk para pemuda muslim yang bermanhaj salaf?
Maka dia menjawab tanpa rasa malu dan takut : (Itu termasuk kerusakan tidak diragukan lagi dan tidak disangsikan lagi)5.
Hal itu sesuai dan sama dengan firqah (kelompok) Yazidiyah dari kelompok Khawarij, karena dalam perkataan mereka dengan membela orang yang bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah walaupun dia belum masuk ke dalam agamanya, namun bersamaan dengan itu mereka berlepas diri dari orang-orang yang bertauhid dan menghalalkan darah mereka. akan tetapi disana ada perbedaan antara dia dengan kelompok Yazidiyah itu, yaitu bahwa Yazidiyah menghalalkan darah orang-orang yang bertauhid karena sebuah dosa sedangkan orang-orang murtad sekarang ini telah menghalalkan darah orang-orang yang bertauhid karena ketaatan, seperti jihad, menerangkan perkataan yang benar dan berlepas diri dari thaghut serta mengkafirkan thaghut dan yang semisalnya.
2.Di Urdun juga ada Salim Al Hilali. Orang yang banyak berbicara tentang mujahidin dan para dai serta yang terkenal dengan pembajak buku-buku para dai dan ulama’. Contohnya lihat buku : (Al Kasyful Mitsali ‘An Saroqoti Salim Al Hilali) oleh Syaikh Ahmad Al Kuwaiti.
3.Masyhur Hasan, oleh Syaikh Ahmad Al Kuwaiti juga ada bukunya (Al Kasyful Masyhur ‘An Saroqoti Masyhur).
4.Termasuk orang yang membantu mereka dalam kesesatan dan juga sebagai penopang dana dengan penuh kemurahan hati adalah Sa’ad Al Hushaini yang ditunjuk sebagai duta besar Sa’udi di Urdun dan dia sebagai warga negara dan pembela Sa’udi hingga pikiran-pikirannyapun mengikuti langkah-langkah Jaamiyiin dan Madkhaliyyiin (pengikut-pengikut Jaamiyah dan Madkhaliyah).
Di Maghribi, langka-langkah mereka diikuti dalam menikam orang-orang yang bertauhid dan membela para thaghut dan orang-orang murtad adalah :
1.Muhammad bin Abdur Rahman Al Maghrawi, dia tidak takut dengan ancaman-ancaman dengan mengangkat perkara-perkara orang-orang yang menyelisihinya dari kalangan para dai kepada penguasa.
2.Diantara mereka yang dari Al Jazair adalah Abdul Malik bin Ahmad Ramdhani, penulis kitab (Madaarikun Nadhzri Fis Siyasah), dia adalah sejelek-jelek dan seburuk-buruk dan penulisan dalam permasalahan ini, yang pada hakekatnya dia mengajak kepada politik inbithohiyyah (sikap tiarap) yang toleran dan berharap kepada thaghut serta keluar dari para dai, dia juga menganggap penguasa Aljazair dan pemimpin-pemimpinnya adalah sah, maka tidak boleh keluar dari mereka walaupun dengan lisan dan perkataan, oleh karena itu dia hingga sekarang tidak bisa melihat, karena telah buta matanya dan bashirahnya (mata hatinya) tertutup dengan suatu kekafiran yang nyata dan kesyirikan yang jelas serta terang-terangan memerangi agama yang telah dilakukan oleh pemimpin-pemimpin mereka, sebaliknya mereka berpura-pura buta (tidak melihat) akan kekafiran thaghut dan berusaha menutup-nutupinya, kamu akan melihat orang yang jelek ini diatas manhaj Syaikhnya Robi’ Al Madkhali yang melancarkan serangannya terhadap seorang mujahid yang agung Sayyid Quthub, maka tidak ada alasan dengan suatu ta’wil dan tidak perlu mengingatkannya untuk mengkaji ulang mengenai bencana-bencana yang telah dilakukannya dan orang-orang yang semisal dengan dia yang terus menerus dia gencarkan, mereka tidak menukil dari perkataan Sayyid Quthub sedikitpun dalam rangka untuk membalas secara penuh untuk kebaikan-kebaikan thaghut.
Diantara ciri-ciri yang menonjol dari kelompok Al Mariqoh (yang murtad ini) yang orang-orang berkumpul diatasnya sebagaimana yang telah kami katakan mereka itu adalah Khawarij terhadap para dai yang menentang thaghut kafir dan penguasa-penguasa zaman ini secara umum dan thaghut keluarga Sa’ud secara khusus, mereka melancarkan serangannya dan memusatkannya dengan penuh keganasan terhadap setiap dai atau mujahid atau ulama’ atau penulis yang menentang kekafiran-kekafiran penguasa walaupun hanya dengan lisan, maka mereka tidak melakukan hubungan kekerabatan denganmu dan tidak pula mengindahkan perjanjian serta tidak menerima ta’wil dan kesalahan-kesalahannya sebagai alasan .. di waktu yang sama mereka membuat alasan-alasan, alasan-alasan…. Dan alasan-alasan yang lainnya. Serta alasan bagi para thaghut yang kafir dalam setiap perbuata yang mereka lakukan berupa kesyirikan, kekafiran yang nyata dan kemurtadan yang besar.
Dan usaha mereka didalam mengadukan para dai dan mengangkat (mengajukan) keputusan bagi para dai kepada thaghut telah tersingkap oleh setiap orang dan tidak ada yang mengingkarinya bahkan dengan kesesatan dan kezindikan mereka, mereka menganggap hal ini sebagai pendekatan diri kepada Allah, sesuatu yang ma’ruf dan merupakan amal shaleh untuk mendekatkan diri kepada Allah swt!!
Syaikh Abu Qatadah Al Falistini rhm berkata – tentang kelompok ini – : “dalam perkembangannya dari tahun ke tahun tidak mungkin pengikut-pengikutnya bersikap netral ketika mereka melakukan sebab-sebabnya dan mengambil langkah awal dalam bersikap, perkembangan inilah yang kami ingatkan darinya dan kami melakukan pengingkaran-pengingkaran terhadap langkah awal dalam bersikap ini, maka merahlah hidung-hidung mereka karena adanya pengingkaran ini dan marahlah hati-hati mereka karena peringatan ini, akan tetapi apa yang telah kami ingatkan telah terjadi, dan AS SALAFIYYAH telah menjadi pekerja-pekerja (kaki tangan) keluarga Sa’ud yang busuk, diawali dengan sebagai kaki tangannya inilah kaum salafi meyakini akan keabsahan kepemimpinan ALI SA’UD DI JAZIRAH ARAB, bahkan sebagian mereka telah ikut masuk kedalam kesesatan mereka karena bukan hanya meyakini akan kepemimpinan mereka akan tetapi pembicaraan mereka sudah sampai pada masalah keyakinan bahwa raja yang terlaknat FAHD BIN ABDUL AZIZ apakah dia berada diatas aqidah salaf atau bukan? Bahkan pembicaraannya mendekati atau hampir mencapai pada batasan apakah dia termasuk thoifah manshurah atau bukan? Dengan adanya langkah awal yang aneh dan mengherankan ini, permasalahan ini sampai kepada penamaan kelompok ini dengan nama AS SALAFIYYAH, yang meyakini bahwa Robi’ Al Madkhali adalah sebagai imam dan Syaikhnya, hingga terbentuk kaki tangan keluarga Sa’ud yang terlaknat dengan secara terang-terangan dan buka-bukaan, yang menjalankan hukum dengan hukum selain syareat Allah, yang berwala’ (loyal) dengan musuh-musuh agama serta yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman”.
Dari mana hukum ini kita dapatkan? :
Di dalam risalah yang diberi judul oleh penulisnya : (At Tandhim As Sirri Al ‘Alami Baina Tahktith Wa Tathbiq Fil Mamlakah Al Arabiyyah Haqoiqun Wa Watsaiq). Sekelompok orang-orang salafi yang jelek menyebut diri mereka dengan nama (Salafi Ahlil Wala’) artinya Salafi yang loyal kepada penguasa Saudi dengan membuat Risaalah Amniyah Fikriyah, yang ditujukan kepada menteri dalam negeri pemerintahan Saudi Nayif bin Abdul Aziz, mereka sangat bersungguh-sungguh dalam hal itu sebagaimana yang mereka katakan : “Dengan menghabiskan waktu yang sangat lama dan usaha yang keras dan mereka memuji Allah dengan dapat melewati kesulitan-kesulitan dan dengan kemudahan bagi mereka dalam menjaga rahasia ini hingga sampai kepada menteri dalam negeri yang mulia!!! Mereka mengucapkan terima kasih kepada Syaikh-Syaikhnya yang memberi bantuan kepada mereka dengan pelajaran-pelajaran yang lurus dan arahan-arahan yang benar yang sangat mereka butuhkan. Dan para Syaikh membenarkan sebagian yang telah mereka tulis (maka semoga Allah memberi balasan kepada mereka atas jasanya kepadaku dan kepada kaum muslimin yang mengambil manfaat darinya, dan atas pemahaman salafus shaleh yang mereka sebarkan dimanapun berada serta loyalitasnya yang kuat dan pembelaannya kepada pemerintah yang sesuai dengan sunnah ini dengan balasan yang baik dan semoga dipanjangkan umurnya. Sebagaimana juga aku mengucapkan rasa terimakasih kepada pemimpin-pemimpin kami yang mencintai para penasehat-penasehat yang mukhlis dan menghasung untuk saling bekerja sama yang menguntungkan yang terjalin dengan baik bersama mereka, yang membuka hati-hati mereka sebelum membuka pintu-pintu mereka, memperhatikan setiap nasehat-nasehat yang sampai kepada mereka dengan perhatian secara khusus, inilah yang mendorong dan menyebabkan kami membuat penulisan catatan-catatan ini dan mengemukakan judul ini dengan sejelas-jelasnya dan sesuai dengan realita, serta kami mengharapkan mendapat keridhoan dan kebaikan mereka, maka saya katakan dengan yakin : bahwa jikalau bukan karena kesabaran dan kemurahan hati kalian untuk kaum muslimin dan sambutan kalian terhadap nasehat-nasehat para pembimbing maka saya tidak akan berani di dalam mempersiapkan dan mengumpulkan catatan-catatan ini, kalau bukan karena kewajiban nasehat untuk kalian dan tuntutan wala’ (loyalitas)ku yang murni dari hati nuraniku bagi kalian maka saya tidak akan bersemangat untuk menyampaikannya kepada kalian dan memberikannya secara khusus bagi kalian, maka terimalah, ini bukan berarti aku memerintahkan untuk menerimanya, karena kalian adalah pemimpin bagi orang-orang yang kalian berikan baginya dan bagi keluarganya berupa kebaikan-kebaikan yang tidak mampu membalasnya kecuali Allah, pelajarilah saran-saran mereka dan kalian lebih memahami apa yang akan kalian pilih darinya. Kemudian saya mempunyai harapan yang lain – dan berharap kepada orang-orang yang mulia dan memiliki keutamaan adalah berharap untuk dikabulkan – untuk tidak menghukum kami lantaran penyimpangan-penyimpangan atau aib-aib yang telah kalian dapatkan pada kami, hal itu adalah merupakan tabiat manusia yang banyak terdapat pada diriku, semoga Allah mengekalkan kemuliaan dan kebesaran kalian dengan pengabdianmu untuk islam dan kaum muslimin serta penerapan hukum dengan syreat Allah yang jelas-jelas telah kalian lakukan, hinalah orang-orang yang menentang, jengkel, hasad dan musuh-musuh Allah yang selalu mengintai).
Dengan perkataan-perkataan yang penuh penghambaan kepada keluarga Sa’ud, orang-orang Salafi menutup catatan-catatan mereka untuk badan intelejen. Apa catatan itu? :
Catatannya mengingatkan kepada pemimpin-pemimpin – keluarga Sa’ud – akan adanya Tandhim Sirri Islami (sistem rahasia yang islami) yang berusaha untuk mendirikan daulah islam. Nasehat itu bunyinya : (Tandhim ini ada yang nampak dan ada yang tersembunyi, yang nampak dari tandhim ini adalah yang dapat dilihat oleh setiap orang yang memiliki mata yaitu : Berdakwah kepada Allah dibawah syiar (slogan) Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan amar ma’ruf nahi mungkar…. Sedangkan tandhim yang tersembunyi : Program-program yang menteror dan mengancam, persiapan-persiapan yang matang, pelaksanaan yang bertahap, perkumpulan-perkumpulan yang mencangkup seluruh masyarakat dan hal ini menyebar dengan cepat keseluruh bidang serta berbagai kegiatan, berpura-pura mencintai perangkat negara dan berteman dengan pemerintahan serta menempatkan di dalamnya pusat-pusat evakuasi, semua itu sebagai sarana untuk menghantarkan mereka sampai keperintahan untuk menegakkan negara islam yang telah mereka cari-cari”.
Lalu perkataannya dilanjutkan oleh pengarang Al Amniy : “Sesugguhnya apa yang saya sebutkan tentang berbagai macam tingkatan akan kondisi realitas adalah karena banyaknya program-program tandhim sirri (sistem rahasia) internasional selama lebih dari 14 tahun, itu sebagian kecil dari segelintir saja dari banyaknya tandhim-tandhim sirri yang ada. Itu yang telah saya jumpai sendiri secara pribadi, atau yang saya dengar dari orang-orang yang berwala’ (loyal) di Madinah Munawwarah, atau dari para pelajar dari orang-orang salafi yang loyal dan yang telah diketahui oleh orang-orang selainku – dari orang-orang khusus – yang telah banyak saya sebutkan”.
Maka catatan itu adalah laporan data kepada intelejen dengan jelas, benar-benar bahwa didalamnya terdapat beberapa penipuan yang keji karena di dalamnya mencampur adukkan sekumpulan para dai dan pemikir serta menjadikan mereka dalam satu tandhim dengan membuat headline yang dijadikan sebagai laporan yang sangat mirip dengan laporan-laporan surat kabar yang dilakukan oleh majalah-majalah jahat, akan tetapi yang kami anggap penting adalah orang yang sangat berbahaya ini semakin bertambah kuat dalam diri para pemuda salafi sebagaimana mereka telah sampai pada permasalahan yang sangat berbahaya ini, yaitu menyibukkan diri dengan terang-terangan terhadap kaum muslimin mengenai kepentingan-kepentingan thaghut Sa’udi yang jahat dan busuk.
Dan orang-orang yang memberikan laporan ini berharap agar pemimpin mereka menjadikannya sebagai serangan terhadap para dai yang mereka sebut dalam laporan itu adalah melawan Syaikh Safar dan Salman (seandainya sikap positif yang sering dilakukan akhir-akhir ini oleh Hai’ah Kibarul Ulama’ (lembaga ulama’-ulama besar) seperti Salman Audah dan Safar Hawali serta selain mereka berdua dari orang-orang yang berjalan diatas manhaj kelompok mereka berdua, dengan sangat jelas sungguh itu adalah merupakan kebaikan yang sangat besar) (dan menjadikan laporan itu sebagai dasar pemikiran tandhim, yaitu pemikiran dan manhaj Sayyid Quthub Rh dan berkata : “Maka dari itu sarana yang paling bermanfaat dan kuat sebagai solusi adalah menkritisi (mengoreksi) pemikiran dan manhaj Sayyid Quthub yang tersebar di berbagai buku yang sangat disayangkan masih tersebar di negara kita hingga hari ini… dan untuk diketahui bahwa mengoreksi pemikiran dan manhaj Sayyid Quthub itu pada hakekatnya adalah mengoreksi pemikiran dan manhaj tandhim sirri yang dia pelopori. Maka hendaknya betul-betul memfokuskan pada permasalahan ini, karangan-karangan, rekaman-rekaman dan penyebaran dengan segala sarana yang memungkinkan, dalam hal ini banyak karangan-karangan fadhilah Syaikh ustadz DR. Robi’ bin Hadi Al Madkhali yang dikhususkan untuk mengoreksi pemikiran dan manhaj Sayyid Quthub dan dia didukung oleh kebanyakan para ulama’ besar dan selain mereka, serta mereka memuji apa yang telah dia tulis. Menyebarkan dan membagi-bagikan tulisannya adalah menbandung manfaat yang sangat besar sekali, karena dengan izin Allah akan berperan andil dalam menjaga kesatuan negara yang dijadikan obyek (tujuan) dari kelompok-kelompok politik untuk menghantarkan mereka kepada jalan kekuasaan dan menjadi sebab yang sangat penting dengan kehendak Allah untuk mengembalikan kebanyakan orang-orang yang terpengaruh dengan manhaj atau pemikiaran atau sesuatu dari mereka kepada manhaj yang asli yang dipegang oleh ulama dan negara, maka wajib menyokongnya dengan materi dan membagi-bagikannya ke daerah-daerah seluas-luasnya dan bersungguh-sungguh dalam menghilangkan rintangan-rintangan baik dalam bentuk penulisan atau percetakan atau penyebaran, karena hal itu telah menjadi bagian peperangan melawan pengikut-pengikut tandhim ini dengan segala cara, dan mereka telah sukses pada batas-batas tertentu”).
Lalu penulis laporan mulai membuka (menyingkap) sarana-saran Hizbus Sirri (sesuai dengan akalnya) di dalam mencapai tujuan tujuannya.
1.Penugasan untuk berkhutbah di mihrab-mihrab dan mimbar-mimbar, serta mendirikan majlis-majlis di Masjid-Masjid, mengadakan dialog-dialog dan diskusi-diskusi mingguan dan bulanan, sebaliknya (sesuai dengan perkataannya) mereka tidak meminta dan memanggil seorangpun dari para Syaikh di Madinah al Munawarah, dan tidak mengundang para pelajar salafi ahlul wala’ untuk mengisi ceramah atau ikut serta dalam diskusi bahkan mereka secara terang-terangan melarang akan hal itu atau membuat-buat alasan dengan segala cara, dan itulah yang dilakukan oleh pusat dakwah di Madinah sejak tahun 1412 H tanpa bekerja sama dengan para Syaikh atau mengumumkan dialog-dialog mereka dengan alasan yang jelas dalam hal itu. Begitu juga apa yang dilakukan oleh pusat dakwah di Riyadh dengan berusaha untuk melarang Syaikh Falih Al Harbi untuk mengisi ceramah (padahal dia adalah salah seorang penasehat) pada salah satu perguruan tinggi di Riyahd. Dan yang lainnya terjadi di kota Al Majma’ah ketika Syaikh Abdul Aziz bin Baaz mencoba masuk kota itu lalu pusat dakwah memutuskan untuk berdialog dengan beliau namun ada pengumuman susulan untuk membatalkan acara itu.
2.Mengembangkan pusat-pusat penelitian, memperluas dalam membuat yayasan-yayasan ilmiyah dan masuk ke dalam instansi hukum, dia bekata : “Sekumpulan para hakim yang memperjuangkan manhaj hizbi (kelompok) atau orang-orang yang terpengaruh dengannya sampai menduduki jabatan-jabatan yang bermacam-macam, ada yang sampai berhasil menguasai jabatan hakim untuk mewujudkan beberapa tujuan-tujuan kelompok tersebut, seperti apa yang dilakukan oleh salah seorang hakim di Madinah Munawwarah dengan mengancam seorang pemilik rekaman yang terkenal dengan tuduhan bahwa kasetnya menyebabkan perbedaan dan mengakibatkan perpecahan. Dan menamakan sebagian kaset-kasetnya diantaranya, bantahan Syaikh Muhammad terhadap DR. Safar Hawali ditengah-tengah krisis teluk dan mengancamnya dengan mensegel tempatnya (menutup tempat rekaman”).
3.Memanfaatkan perpustakaan-perpustakaan milik Masjid-Masjid, dan mengadakan acara-acara para pemuda dipusat-pusat kegiatan pada musim panas serta di camp-camp militer, kelompok-kelompok pramuka dan petualangan-petualangan serta masuk ke lembaga Amar ma’ruf dan nahi munkar, berkata penulis laporan ini : “Di bidang amar ma’ruf dan nahi munkar ini mereka telah berhasil mencapai pada jabatan yang tinggi dan strategis, dan mereka tidak memilih berbagai pimpinan cabang, pusat dan bagian-bagiannya – kebanyakan – kecuali dari orang-orang yang setuju dengan manhaj perjuangan, dan orang-orang yang tidak menyelisihinya serta orang-orang yang tidak banyak berkomentar tentang dakwahnya, setiap orang yang nampak berbeda dengannya atau nampak dia seorang salafi yang loyalis kepada pemerintahan maka dia akan dicopot dari jabatannya dengan sepenuhnya”. Contoh seperti ini sangat banyak, diantaranya apa yang terjadi dengan pimpinan pusat di daerah At Thoowiyah sebagaimana dia menjadi kandidat yang dinominasikan untuk menaikkan jabatannya kepada posisi yang kosong di pusat yang sama, akan tetapi mereka berubah pandangan tentang itu setelah terjadi dialog antara dia dengan wakil ketua umum bagian administrasi dan bendahara yang mana di dalam diskusi itu dia mengingkari perkataan dia yang disampaikan di dalam kepemimpinan pergerakan dan dia memperingatkannya.
4.Perang teritorial dengan rekaman-rekaman yang islami yang mencapai lebih dari 250 tempat di berbagai daerah di Saudi, dia berkata : “Dan tidak tersebar kecuali kaset-kaset para dai hizbi daripada orang-orang yang melarang atau dari orang-orang yang nampak berbeda, dan mereka tidak menerima peredaran satu kasetpun dari kaset-kaset para Syaikh di Madinah… ini selain penguasaan mereka untuk beberapa petugas di kementrian penerangan dan beberapa cabangnya dengan hal-hal yang memudahkan kaset-kaset mereka tersebar luas, padahal beberapa kasetnya mengandung masalah-masalah yang berbahaya dan menyerang agama dan negara, seperti kaset-kaset Salman Audah, yang terakhir seperti Shoni’ul khiyam dll. Sesungguhnya perilisan kaset-kaset ini oleh kelompok tersebut adalah pembicaraan yang sangat menyedihkan, itu disebabkan eratnya hubunganku dan pergaulanku bersama mereka, akan tetapi saya bersyukur kepada Allah yang telah membimbingku untuk mengikuti dua orang ahlul wala’ dalam membuat sebuah kajian yang realistis dan bersifat lapangan serta dikuatkan dalil-dalil tentang pemanfaatan orang-orang yang berjama’ah dengan cara-cara yang sangat penting sekali seperti kaset ini, kemudian memberikan solusi yang sesuai dengannya dan didukung oleh keadaannya yang realistis, dan Allah telah membimbing kami untuk menyampaikannya kepada yang mulia meteri dalam negeri pada pertengahan tahun 1414 H”.
5.Perhatian tentang kewanitaan, dan berkata informan intelejen : “Dan tidak tidak ketinggalan juga saya ingatkan disini tetang permasalahan yang sangat berbahaya, bahwa pusat-pusat dakwah dan bimbingan di Madinah sejak tahu 1412 H hingga sekarang telah mangumumkan adanya ceramah-ceramah khusus bagi wanita, kebanyakan para pengisinya (nara sumbernya) adalah para pemuda yang berjama’ah, sebaliknya mereka berusaha untuk menipu para Syaikh dari Madinah untuk tidak menerima atau tidak mengumumkan ceramah-ceramah mereka dengan segala methode dan sarana pembolehan akan hal itu.
Dilanjutkan data-data tersebut dengan menyingkap tandhim khayalan ini… dan sangat terpuji langkah-langkah yang dilakukan oleh beberapa negara yang melarang kegiatan-kegiatan islam, lalu dia berkata : “Dan saya sangat ingin tunjukkan disini bahwa tindakan-tindakan yang diambil oleh pemerintah Mesir akhir-akhir ini berkenaan dengan peredaran buku-buku yang jelas-jelas menyelisihi pelajaran islam yang benar dan pembentukan lembaga-lembaga yang bekerja sama dengan Al Azhar yang mengurus masalah pelajaran buku-buku yang beredar di pasar-pasar Mesir serta mengeluarkan larangan untuk setiap buku yang berusaha membuat kacau gambaran tentang islam, sesungguhnya pemerintahan kita yang berbarakah ini harus mengambil tindakan-tindakan yang banyak lagi dengan data-data (laporan) seperti ini”.
Kemudian laporan ini diakhiri dengan nasehat-nasehat dan bimbingan-bmbingan mengenai solusi untuk menghadapi tandhim ini. Yang paling penting adalah : mengkritisi buku-buku haraki (pergerakan) dan bersandar kepada buku-buku Al Madkhali (karangan-karangan Rabi’ Al Madkhali), dalam hal ini dia berkata : “Solusi inilah yang Allah tunjukkan kepada yang mulia Syaikh DR. Ustadz Rabi’ bin Hadi Al Madkhali dalam seluruh karangan-karangannya dahulu maupun sekarang”.
Dia menyeru untuk memperhatikan kepada kaset-kaset yang membantah orang-orang yang berjama’ah, lalu memuji Al Madkhali dan Amman Al Jaami serta kelompok keduanya : “Dan kaset-kaset mereka yang telah direkam dalam hal itu telah mendapatkan manfaat yang sangat besar sekali bagi masyarakat, ceramah-ceramahnya yang paling penting dan sudah direkam adalah : (Fa’tabiruu Yaa Ulil Abshaar), (Yaa Ahlal Bilaad Iyyaakum Wa Kufril Mun’imin) dll, oleh yang mulia Syaikh Falih bin Nafi’, dan (Lasnaa Ghoofiliin Walakin Nataghaafal), (Al baroo’ah ilallah Mimmaa Jaa’a Fii Syariith Fafirru Ilallah), (Liqaa’ Maftuh) dan (Katsbun Wa Watsaaiq)dll oleh Syaikh Muhammad bin Hadi Al Madkhali, juga (Risaalah Ilal Akhi Safar Al Hawali) dll oleh Oleh Muhammad Amman Al Jaami, serta ceramah-ceramah lainnya yang sangat bagus dan penting, yang paling besar dalam mewujudkan rekaman dan pengedarannya adalah studio rekaman At Thoyyibah di Madinah, yang berhak untuk mendapat bantuan dan semangat karena tekadnya yang besar dari para pegawainya ditengah-tengah krisis teluk hingga hari ini, begitu juga dari bidang penulisan dan pengarangan bagi orang-orang yang diberi kemudahan oleh Allah dalam hal itu diantara mereka seperti kitab Syaikh Robi’ Al Madkhali (Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Fi Naqdil Kutub Wa Rijaal Wath Thawaif) dan kitab lainnya (Ahlul Hadits Hum Ath Thoifah al Manshurah Wal Firqah An Najiyah) (Hiwar Ma’a Salman bin Fahd Al Audah) dan kitab yang mengandung seluruh permasalahan ini yang disusun dan dikeluarkan oleh yang mulia Syaikh Falih bin Nafi’ Al Harbi dengan judul (Lughatul Hiwaar Fil Manhaj Wal Afkaar Ma’a Salman Al Audah Wa Safar Al Hawali). Dan yang banyak mengandung perkataan-perkataan mereka yang direkam dan ditulis yang menyelisihi manhaj salafus shaleh disertai bantahannya serta penetapan manhaj salafus shaleh didalamnya. Kitab itu adalah (Haqiiqatud Da’wah Ilallah Wa Maa Ikhtashshot Bihi Jaziiratul Arab Wa Taquumu Manahijud Da’awaat Al Islamiyyah Al Waafidah Ilaiha) ditahqiq dan ditakhrij oleh Syaikh Falih Al Harbi”. Kemudin sampai pada perkataan selanjutnya : “Hendaknya betul-betul diberitahukan oleh para pemimpin dan penanggung jawab dari orang-orang yang loyalis akan pentingnya menyampaikan hal ini kepada menteri dalam negeri sebelum mencalonkan atau menaikkan jabatan atau menugaskan siapapun pada jabatan-jabatan pusat dan strategis, dan menanyakan keadaannya, jati diri yang sebenarnya dan loyalitasnya serta seberapa besar manfaat dan mashlahatnya”. Dan mendorong untuk betul-betul menjaga perangkat keamanan di dalam negara bersama para Syaikh yang loyalis dari kalangan orang-orang salafi yang ikhlash khususnya diantara mereka yang berasal dari Madinah Nabawiyah, disebabkan tindakan-tindakan mereka yang telah disebutkan diatas dan sudah diketahui oleh setiap orang (sesuai dengan lafadznya)”. Dengan ini selesailah pemaparan laporan data-data intelejen salafi untuk diserahkan secara langsung kepada menteri dalam negeri dikarenakan kebesaran daulah islamiyah kepada sejarah kepahlawanan yang berani, kecerdikan yang tinggi, pemimpin yang arif, seorang satrawan dan kritikus yang mulia Imam akbar Nayif bin Abdul Aziz, maka hiduplah suatu kelompok salafi yang loyalis. Dan saudaraku saya mempunyai beberapa point penting terhadap laporan ini saya paparkan dengan singkat diantaranya:
Pertama : Sesungguhnya apa yang dilakukan oleh para antek-antek thaghut itu hasil dari kejadian yang bertahun-tahun bagi orang yang menyatakan akan kepemimpinan keluarga Sa’ud atau selain mereka dari kalangan pemimpin-pemimpin kafir yang murtad, ini adalah data-data dan laporan dari Sa’udi, begitu juga orang-orang yang seperti itu banyak sekali terdapat di Aljazair, Libya, Urdun, Mesir dan Suriah, sesungguhnya apabila seseorang meyakini kebenaran (keabsahan) wala’ (loyalitas) kepada para penguasa maka dia tidak akan menolak untuk menjadi mata-mata bagi mereka terhadap kaum muslimin, dan sama sekali tidak merasa bersalah dan menyesal, untuk itu hendaknya hati-hati dari orang-orang yang memiliki pemikiran-pemikiran seperti ini.
Kedua : Pemerintah thaghut Saudi telah mampu membentuk pasukannya dari para Syaikh salafi di seluruh dunia sebagai antek-anteknya mereka menulis data laporan keamanan tentang kegiatan-kegiatan harakah (pergerakan) islam, ini semua juga hasil dari apa yang dilakukan selama bertahun-tahun, sesungguhnya seorang salafi yang meyakini keimaman Abdul Aziz bin Baz, Muhammad Shalih Al Utsaimin, Lahidan, Fauzan dan Rabi’ Al Madkhali siapapun dia dan dari manapun dia, sesungguhnya dia pada akhirnya akan meyakini kepemimpinan keluarga Sa’ud, karena para Syaikh mereka yang beragama telah mengiklankan wala’ (loyalitas) dan ketaatan mereka kepada keluarga Sa’ud, maka pemimpin Syaikhku adalah juga pemimpinku dan imam bin Baaz adalah imam orang-orang salafi, maka begitu juga Fahd bin Abdul Aziz adalah imam orang-orang salafi di seluruh dunia, karena dia adalah imam resmi bagi para Syaikh salafi yang baru, maka dari itu disana jangan heran akan adanya pelajar salafi dari Aljazair, Libya, Urdun, Mesir, Suriah, India dan Pakistan serta dari negara-negara lain yang menjadi antek-anteknya keluarga Sa’ud dengan pekerjaan-pekerjaan yang telah disebutkan diatas.
Ketiga : Sesungguhnya disana terdapat perbedaan antara tholibul ilmi (penuntut ilmu) yang berbeda pendapat dengan para pekerja yang mendapatkan gaji, namun orang-orang salafi ini yang telah menjadi pekerja yang digaji, berdasarkan dengan pemikiran seperti ini hendaknya kita mendiskusikan dan melakukan dialog bukan atas dasar perbedaan dalam satu sisi pemikiran dan perbedaan manhaj dan hendaknya kita mengetengahkan perbedaan ini dalam diskusi serta dialog dan itu sangat penting sekali. Orang-orang salafi ini hendaknya kita letakkan pada barisan pekerja-pekerja yang mendapatkan gaji dengan kewajiban dan hak-hak mereka tanpa di sembunyikan dan dirahasiakan lagi.
Keempat : Sesungguhnya apa yang kami katakan adalah keadaan yang sebenarnya dan realitas yang terjadi, sesungguhnya banyak para pelaku dan harakah yang telah disingkap perkaranya serta terbuka rahasianya melalui jalan para pekerja (antek-antek) salafi ini, diantaranya adalah laporan data ini serta yang lainnya, sesungguhnya ditanganku ada laporan-laporan keamanan yang lainnya milik Syaikh DR. Amman Al Jaami (Syaikhnya orang-orang salafi) yang diajukan kepada Sulthan bin Abdul Aziz, juga kepada pemimpin orang-orang salafi Fahd bin Abdul Aziz yang lebih jelas daripada hal ini. Maka hati-hatilah dan hati-hatilah dari orang-orang salafi yang busuk ini, kami dalam tulisan ini belum bisa dapat menyingkap nama-nama para antek-antek ini baik personil-personil maupun kelompok-kelompoknya akan tetapi tidak mustahil saudara mengetahui tanda-tanda dan petunjuk-petunjuknya untuk dapat mengetahui kelompok-kelompok dan personil-personilnya. Selesailah ringkasan dari makalah-makalah diantara dua manhaj makalah no 76.
Termasuk diantara kebid’ahan mereka adalah juga sama dengan Khawarij dan Mu’tazilah tentang kebid’ahan menjadikan kepemimpinan selain dari quraisy.
Sesungguhnya mereka menamakan Fahd bin Abdul Aziz dengan imam kaum muslimin, sesungguhnya mereka mengikuti manhaj Khawarij dan Mu’tazilah tentang tidak menganggap syarat orang quraisy didalam keimaman … kajilah kembali hal itu dalam Shahih Al Bukhari, Kitabul Ahkam Bab : Al Umara’ min quraisy, dan kitab-kitab sunnah dan fiqh serta hukum-hukum kepemimpinan yang lainnya. Sesungguhnya itu adalah masalah yang sudah diketahui dan kamu tidak akan kesulitan dalam mengkajinya… bahkan imam Al Hafidz Ibnu Hajar menukil di dalam kitab Fathul Baari dari Qadhi Iyadh, perkataannya adalah : (“Disyareatkan pengangkatan imam dari quraisy oleh seluruh madzhab ulama’ dan mereka memasukkannya kedalam masalah ijma’, serta tidak ada seorangpun dari para salaf berpendapat yang menyelisihi hal itu dan begitu juga orang-orang setelah mereka diseluruh tempat” dia berkata : “Namun tidak termasuk perkataan Khawarij dan orang-orang yang sepakat dengan mereka dari kalangan mu’tazilah”). (XIII / 91).
Padahal telah diketahui bahwa thaghut-thagut mereka itu tidak menguasai (memiliki) sifat-sifat kepemimpinan, artinya syarat dari syarat-syarat kepemimpinan, maka permasalahannya tidak berhenti hanya tentang syarat dari quraisy saja, karena dia tidak berakal, bukan islam, tidak berilmu bahkan tidak mempunayi muru’ah (kewibawaan) atau sifat-sifat lelaki.
Maka dengan hal itu mereka lebih jelek dan jahat daripada orang-orang Khawarij, karena Khawarij tidak membolehkan kepemimpinan orang kafir dan murtad sebagaimana yang telah mereka lakukan.
Maka renungkanlah berapa banyak sifat Khawarij di dalam manhaj mereka terhadap para dai, kemudian kamu akan melihat mereka para dai yang mukhlis dan para mujahidin bahwa mereka adalah orang-orang Khawarij dan Takfiriyyin untuk memuaskan thaghut-thaghut mereka….
Mereka menuduh orang-orang tersebut melampaui batas, padahal mereka…
Mereka lebih pantas disebut orang yang melampaui batas….
Untuk membela perbuatan-perbuatan orang-orang yang jahat….
Atau sebagaimana yang dikatakan : dia menuduhku dengan kejelekannya lalu dia bersembunyi…..
Diantara kebid’ahan mereka juga adalah mengeluarkan masalah tauhid kepada Allah di dalam pembuatan hukum dan syareat – atau yang dikenal dalam istilah modern dengan kehakiman – dan memisahkannya dari tauhid, dan memasukkannya kedalam kebid’ahan yang diada-adakan bahkan memasukkan orang-orang yang perhatian terhadap rukun yang mulia ini termasuk orang-orang yang setuju dengan rukun syiah di dalam aqidah mereka yang jelek tentang kepemimpinan, lihatlah perkataan Rabi’ bin Hadi Al Madkhali di dalam kitanya (Manhajul Anbiyaa’ fid Dakwah Ilallah) dan diikuti maksudnya oleh Al Halabi di dalam kitabnya (At Tahdziir Min Fitnatit Takfiir) keduanya hanyalah berbuat kebohongan dan pencampuradukan lalu dia berpegangan dan bersandar di dalam menjelekkan orang-orang yang perhatian terhadap rukun ini dengan perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyyah dalam membantah orang-orang Rafidhah di dalam akidah tentang kepemimpinan dan cabang-cabangnya yang sesat dan rusak menurut mereka sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Minhajus Sunnah.6
Termasuk kebid’ahan mereka adalah tidak mahu menerima alasan para dai dan mujahidin dalam menta’wilkan atau melakukan kesalahan mengenai masalah-masalah yang tersembunyi atau musykil atau yang tidak diketahui kecuali dengan jalan penjelasan dan penyampaian hujjah ar risaliyah dan yang semacam itu, dari hal-hal yang dapat diterima alasan-alasannya oleh ahlus sunnah, namun menerima alasan para thaghut dan orang-orang kafir dengan kekafiran mereka yang sangat jelas dan kemurtadan mereka yang besar, serta membela mereka dengan berbagai macam sarana dan methode…. Hal itu nampak dengan jelas di dalam perlakuan Al Madkhali, dan seluruh orang-orang yang berjalan diatas manhajnya terhadap Syaikhul mujahid Sayyid Quthub Rh di seluruh tulisannya…
Dan orang-orang akan bertanya dengan penuh pengingkaran : “Apakah dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan Sayyid Quthub lebih besar dan berat menurut orang-orang yang murtad dan para pengikutnya dari pada dosa-dosa pemimpin yang suka mabuk Fahd, pemimpin para pengikutnya Madkhali dan Al Jaami”? hingga Fahd dan para thaghut semisalnya selamat darinya dan dari lisannya yang panjang dan kritikannya yang pedas, sedangkan Sayyid Quthub tidak selamat darinya! Subhanallah !!! mereka itu telah menutupi aib Fahd dan orang-orangnya, perbuatan-perbuatan, kejahatan-kejahatannya dan penolong-penolongnya dari barat hingga timur serta berhukum dengan undang-undang (mahkamah) thaghut baik nasional maupun internasional, dan membela perbuatannya seperti memakai salib juga peperangan mereka terhadap orang-orang yang bertauhid dan mujahidin, semua itu menurut mereka adalah merupakan pilihan yang baik dan pembelaan serta penta’wilan yang dibolehkan, sedangkan beberapa kecacatan, takwil-takwil dan kesalahan-kesalahan yang dapat diterima oleh ahlus sunnah tidak diberi ruang gerak baginya dan tidak melakukan pembelaan sebagaimana pembelaan yang diberikan kepada kekafiran Fahd dan pemimpin-pemimpin kafir serta pentolan-pentolan kemurtadan yang lainnya!!
Syaikh Bakar bin Abu Zaid berkata di dalam risalahnya yang ditujukan kepada Rabi’ bin Hadi Al Madkhali seputar beberapa tulisan Al Madkahli dan serangan-serangannya secara terang-terangan terhadap Sayyid Quthub Rhm :
(Maka saya anjurkan kepadamu untuk membaca buku yang terlampir (Adhwa’un islamiyyah ‘ala Aqidah Sayyid Quthub Wa Fikruhu) apakah ada hal-hal yang perlu untuk dicermati, lalu apabila ada yang perlu dicermati apakah diselesaikan saja proyek ini lalu ditutup dan tidak perlu untuk dibicarakan lagi? Atau itu sesuatu yang mungkin dapat diperbaiki dan diluruskan kemudian setelah itu dipelihara buku-buku yang telah dicetak dan disebarkan dan menjadi peninggalan bagi kalian di akherat nanti, sebagai bashirah bagi orang-orang yang dikehendaki oleh Allah bagi hambanya di dunia, untuk itu saya akan paparkan sebagai berikut ini :
1.Saya melihat pada halaman pertama dari (daftar isi judul) maka saya dapatkan judul-judul yang telah terkumpul pada diri Sayyid Quthub Rhm, dasar-dasar kekafiran, penyimpangan dan kezindikan, perkataan dengan adanya wihdatul wujud, perkataan bahwa Al Qur’an adalah makhluk, membolehkan selain Allah untuk membuat syareat, berlebih-lebihan di dalam mengagungkan sifat-sifat Allah, tidak menerima hadits mutawatir, ragu-ragu di dalam masalah aqidah yang wajib untuk diyakini, mengkafirkan masyarakat dan judul-judul lain yang membuat bulu kuduk orang-orang yang beriman merinding.
Dan tragisnya adalah keadaan para ulama’ kaum muslimin diberbagai tempat tidak memperhatikan bencana ini, bagaimana mungkin menghubungkan antara hal ini dengan kitab-kitab beliau yang tersebar di penjuru dunia seperti terang benderangnya matahari dan kebanyakan manusia mengambil manfaat dari kitab-kitabnya sampai-sampai ada dalam tulisan anda, dalam hal ini anda telah melakukan hal yang sama dengan judul-judul dan bahasannya, lalu kamu dapati kabar yang mendustakan atsar-atsarnya, intinya seluruh judul-judul yang provokatif tersebut menarik perhatian bagi pembaca yang terprovokasi untuk menjerumuskan Sayyid Quthub Rhm, dan sesungguhnya saya dan kalian serta setiap muslim yang sangat tidak suka jika terjerumus ke tempat-tempat dosa dan salah, dan sesungguhnya termasuk orang yang bodoh (pengecut) dan keji adalah memberikan kebaikan manusia kepada orang yang meyakini kebencian dan permusuhannya.
2.Saya melihatnya dan mendapatkan kitab ini telah kehilangan methode mengkritik, amanah dalam menukil ilmu, dasar-dasar pembahasan ilmiyah, jauh dari kenetralan ilmiyah dan tidak memegang teguh kebenaran.
Sedangkan adab-adab berdialog dan methode-methode ilmiyah yang tinggi serta pemaparan yang tenang dan teguh jangan kamu harapkan dari kitab yang membahayakan ini.
Saya paparkan alasan-alasannya ssebagai berikut ini :
Pertama : Saya telah melihat rujukan-rujukan di dalam menukil dari kitab-kitab Sayyid Quthub adalah dari cetakan yang telah lama seperti kitab Fi Dhilalil Qur’an dan Al Adaalah Al Ijtimaiyyah, padahal telah kalian ketahui sebagaimana dalam catatan hal 29 dll, telah ada cetakan revisi setelahnya, dan seharusnya sesuai dengan dasar-dasar mengkritik dan amanah ilmiyah adalah melakukan kritikan apabila nash (teks) tersebut merupakan cetakan yang paling akhir pada setiap kitab apa saja, karena mungkin ada revisi yang dapat menghapus tulisan awal, hal ini insyaallah tidak tertutup lagi (telah jelas) dengan pengetahuan dasar yang anda ketahui, mungkin saja terjadi kerancuan pada diri pelajar yang hadir dalam pelajaran kalian sehingga tidak tahu akan hal ini, dan ini tidak samar lagi (sudah jelas) bagi kalangan ahlul ilmi, contonnya kitab Ar Ruh karangan Ibnul Qayyim ketika dia melihat sesuatu yang cacat di dalam kitab itu dia berkata : “Mungkin itu ditulis ketika awal-awal hidupnya” dan begitu juga pada hal-hal yang lainnya, dan kitab Al ‘Adalah Al Ijtimaiyyah adalah buku pertama kali yang beliau karang tentang islam….
Kedua : Serasa merinding bulu kudukku ketika saya membaca perkataan anda dalam daftar isi buku ini yaitu (Sayyid Quthub membolehkan selain Allah untuk membuat syareat), maka cepat-cepat saya melihatnya sebelum melakukan apapun, lalu saya lihat seluruh perkataannya adalah nukilan yang sama untuk beberapa baris dari kitabnya Al Adalah Al Ijtimaiyyah, dan perkataannya tidak ada yang berisi judul-judul yang penuh provokatif ini, taruhlah seandainya di dalamnya ada ungkapan yang meragukan atau bersifat umum (secara lepas), lalu bagaimana hal ini bisa dibawa kepada kekafiran yang menyamaratakan apa yang dilakukan oleh Sayyid Quthub Rhm didalam kehidupannya dan tulisan-tulisannya yang berupa ajakan kepada tauhid (mengesakan Allah) di dalam masalah hukum dan pembuatan syareat, serta menolak berlakunya hukum positif dan menentang orang-orang yang berbuat seperti itu, sesungguhnya Allah mencintai keadilan dan sikap obyektif di dalam segala hal, dan saya tidak melihat anda Insya Allah kecuali anda adalah orang yang ingin berbuat adil dan bersikap obyektif.
Ketiga : Temasuk judul yang mengandung provokasi adalah perkataan anda (perkataan Sayyid Quthub dengan adanya wihdatul wujud : sesungguhnya Sayyid Quthub berkata dengan perkataan yang mengandung syubhhat yang disusun di dalam tafsir surat Al Hadid dan Al Ikhlash lalu dijadikan sandaran bagi dia untuk menuduhnya berpaham dengan adanya wihdatul wujud pada diri Sayyid Quthub, maka anda akan beranggapan baik kepada Sayyid Quthub ketika menukil perkataannya di dalam tafsir surat Al Baqarah sebagai bantahan yang sangat jelas dan gamblang tentang pemikiran wihdatul wujud, perkataannya adalah : “Dari sini kita akan hilangkan pemikiran wihdatul wujud dari pemikiran islam yang shahih”, saya tambahkan bahwa di dalam kitabnya (Maquumaatut Tashawwur Al Islami) sebagai bantahan terhadap orang-orang yang berkata dengan adanya wihdatul wujud, untuk itu kita katakan semoga Allah mengampuni Sayyid Quthub Rhm karena perkataannya yang rancu yang cenderung kepada wihdatul wujud dengan ungkapan yang sangat umum, dan sesuatu yang rancu tidak bisa dipertentangkan dengan nahs (teks) yang jelas dan pasti dari perkataannya, untuk itu segeralah menghapus pengkafiran yang diberikan kepada Sayyid Quthub dan saya sebenarnya sangat kasihan terhadap kalian.
Keempat : Dari sini saya katakan sebagai teman anda yang baik dengan penuh penjelasan bahwa judul anda (Sayyid Quthub di dalam menafsirkan Laa ilaaha illallah menyelisihi para ulama’ dan ahli bahasa dan tanpa menjelaskan Rububiyyah dan Uluhiyyah menurut Sayyid Quthub)
Saya katakan wahai orang-orang yang saya cintai, aku telah menyaring seluruh apa yang telah ditetapkan oleh Sayyid Quthub berupa petunjuk-petunjuk tauhid dan tuntutan-tuntutannya, serta kewajiban-kewajibannya yang memiliki tanda-tanda yang jelas di dalam kehidupannya yang panjang, maka semua apa yang telah saya sebutkan mengarah pada satu kalimat yaitu bahwa mentauhidkan Allah di dalam hukum dan pembuatan syareat adalah sebagai salah satu tuntutan kalimat tauhid, dan Sayyid Quthub Rhm telah memfokuskan ke dalam perkara ini, karena dia melihat adanya kejahatan dan dosa yang menghapus untuk berhukum dengan syareat Allah di dalam memutuskan perkara dll, dan menghalalkan undang-undang positif sebagai pengganti darinya, tidak diragukan lagi bahwa kejahatan yang sangat besar ini tidak pernah terjadi pada ummat islam sepanjang sejarah sebelum tahun 1342 H.
Kelima : Dalam daftar isi (perkataan Sayyid Quthub bahwa Al Qur’an adalah makhluk dan kalam Allah termasuk masalah iradah)
Ketika saya kaji dalam halaman-halaman yang telah disebutkan saya tidak dapatkan satu lafadzpun yang didalamnya menjelaskan bahwa Sayyid Quthub menyatakan lafadz ini (Al Qur’an adalah makhluk) lalu bagaiman bisa dengan mudah sekali dia menuduh hal ini dengan kekafiran, sesungguhnya terakhir kali yang saya lihat ungkapannya adalah seperti perkataannya (akan tetapi mereka tidak mampu untuk mengarangnya) – artinya huruf-huruf putus – seperti AlQur’an ini, karena Alqur’an itu buatan Allah bukan buatan manusia)… itu tidak diragukan lagi memang ada kesalahan akan tetapi apakah dengan kesalahan itu kita hukumi bahwa Sayyid Quthub berkata dengan perkataan kekafiran ini? !!! Ya Allah saya tidak mampu untuk bertanggung jawab akan hal itu…telah ada yang menyampaikan hal itu kepadaku perkataan seperti ini, yang dikatakan oleh Syaikh Muhammad Abdul Khaliq Adhimah Rhm di dalam mukaddimah kitabnya Diraasaat Fii Ushuulil Qur’anil Kariim yang dicetak oleh Universitas Al Imam Muhammad bin Sa’ud Al Islami, lalu apakah kita akan menuduh Universitas tersebut dengan mengatakan AlQur’an adalah makhluk? Ya..Allah, kan jelas tidak!!. Cukuplah pembahasan dari sisi ini dan ini sangat penting.
Dari sisi yang lain saya ungkapkan beberapa hal sebagai berikut :
Catatan buku ini sebanyak 161 halaman dengan tulisan tangan, yaitu dengan berbagai bentuk tulisan dan saya tidak mengetahui satu halamanpun ada tulisan anda sesuai dengan kebiasaan tulisan anda, kecuali memang tulisan-tulisan anda telah berbeda, atau terjadi kebingungan pada diri saya, atau sesungguhnya hal itu pesanan khusus bagi buku-buku Sayyid Quthub Rhm untuk sebagian para pelajar lalu meminta kepada setiap murid untuk mengungkapkan apa yang telah mereka lihat dengan bimbingan-bimbingan anda atau anda yang mendekte mereka…
Maka daripada hal ini, saya tidak yakin bahwa itu tulisan anda kecuali apa ynag telah anda tulis di pojok (pinggir) buku bahwa hal itu adalah tulisan anda. Ini menurutku sudah cukup sebagai petunjuk bagi saya bahwa itu adalah tulisan anda yang terhormat.
Meskipun terdapat tulisan-tulisan yang berbeda-beda namun kitab ini dari awal hingga akhirnya ditulis dengan satu cara yaitu dengan perasaan yang tegang dan kemarahan yang terus menerus, penjungkirbalikan fakta yang menyempitkan nash-nash (teks-teks) hingga melahirkan kesalahan yang besar dan menyebabkan terjadinya penafsiran-penafsiran dan perkataan-perkataan yang syubhat pada pemasalahan yang yang sudah pasti yang tidak menerima bantahan, hal ini juga mengingkari methode (kaedah) ilmiyah dalam mengkritik, yaitu kenetralan atau ketidak berpihakan secara ilmiyah.
Dari segi susunan kalimat, apabila dihubungkan hal itu dengan methode (uslub)nya Sayyid Quthub, dia berada pada tingkatan bawah sedangkan Sayyid Quthub berada pada tingkatan yang tinggi, meskipun kami akui apa yang kalian tulis, namun tulisan itu adalah termasuk bagi orang yang pemula yang ciri-cirinya tidak sesuai dengan ciri-ciri seorang pelajar yang memiliki ilmu tinggi, harus ada kesetaraan kemampuan dalam membuat tata bahasa, dan kemampuan dengan ilmu balaghah dan bayannya serta kemampuan untuk memaparkan yang baik jika tidak maka hendaknya lebih baik dipatahkan saja penanya.
Tulisan yang emosional dan penuh dengan kemarahan telah mengalahkan manhaj mengkritik yang ilmiyah, untuk itu bantahan itu tidak memenuhi adab-adab dalam berdialog.
Di dalam buku ini dari awal hingga akhir penuh dengan serangan-serangan dan pemaksaan-pemaksaan serta pengerutan-pengerutan dalam pengungkapan. Kenapa bisa seperti itu?
Kitab ini memotivasi terjadinya kelompok-kelompok baru yang menumbuhkan di dalam jiwa para pemuda memiliki kecondongan kepada kekafiran. Kadang-kadang dengan pengharaman dan kadang-kadang dengan pengingkaran, serta mengatakan ini adalah bid’ah, dia adalah orang bid’ah, ini sesat, itu sesat, padahal tidak ada keterangan yang jelas (cukup) untuk menghukuminya, maka terjadi penipuan-penipuan agama dan kesombongan, sehingga seakan-akan seseorang yang melakukan pekerjaan ini dianggap telah meletakkan beban yang berat dari punggungnya dan beristirahat dari kecapekannya, dan dia telah mengahalangi ummat ini dari terjerumus ke dalam jurang dan dia menurut orang lain telah membinasakan sikap wara’ dan kecemburuan terhadap kehormatan syareat yang suci, disertai tanpa ada klarifikasi yang pada hakekatnya adalah telah hilang, dan meskipun dianggap sebagai bangunan yang menjulang tinggi namun sebenarnya dia akan runtuh kemudian dingin terkena tiupan angin.
Enam tanda-tanda ini menghiasi kitab ini sehingga kitab ini berubah menjadi tidak baik, ini yang nampak bagiku sesuai dengan maksudmu, dan saya mohon maaf dengan jawaban yang lambat ini, karena sebelumnya saya tidak punya keinginan untuk membaca buku-buku orang ini walaupun banyak orang-orang yang membutuhkannya, namun apa yang kalian sebutkan telah mendorongku untuk membaca seluruh buku-bukunya lalu saya dapatkan di dalam buku-buku itu kebaikan yang sangat banyak dan keimanan yang terang benderang serta kebenaran yang jelas, dan penjelasan yang gamblang tentang rencana-rencana musuh-musuh islam, yang berada di atas kebohongan-kebohongan dalam alur pembicaraan dan uraian yang panjang, dan kebanyakan perkataannya bertentangan dengan perkataan yang lainnya ditempat yang lain. Kesempurnaan ini adalah sangat jarang sekali. Orang ini (Sayyid Quthub) adalah seorang sastrawan, kemudian mengarahkan pekerjaannya untuk membela dan mengabdi untuk umat islam dengan AlQur’anul adhim dan sunnah syarifah, serta sejarah yang penuh dengan keharuman, sehingga terjadilah apa yang terjadi dari sikap-sikapnya dalam permasalahan-permasalahan yang terjadi pada zamannya, dengan menjadikan sikapnya berada di jalan Allah Swt, menyingkap kehinaan-kehinaan di zamannya, serta memintanya untuk menulis permintaan maaf dengan penanya dan dia berkata dengan penuh keimanan yang sangat masyhur “Sesungguhnya jari yang aku gunakan untuk bersyahadat ini sekali-kali tidak akan aku gunakan untuk menulis sesuatu yang bertentangan dengannya” atau kalimat yang semisalnya, maka kewajiban bagi seluruh manusia untuk mendoakan semoga dia mendapatkan ampunan dan memanfaatkan ilmunya, menjelaskan apa-apa yang kita yakini merupakan kesalahannya serta bahwa kesalahannya itu tidak menyebabkan kita terhalangi untuk mengambil ilmunya dan memblokir buku-bukunya. Semoga Allah menjagamu, sesungguhnya keadaannya adalah termasuk seperti keadaan orang-orang terdahulu seperti Abu Ismail Al Harawi dan Jailani, bagaimana Syaikhui Islam Ibnu Taimiyah membela keduanya padahal keduanya memiliki kesalahan, karena pada dasarnya keduanya memiliki manhaj dalam membela islam dan sunnah, lihatlah buku Manaazilis Saa’iriin oleh Al Harawi Rhm, kamu pasti akan melihat keanehan yang tidak bisa diterima, namun Ibnul Qayyim Rhm sangat memaafkannya dan tidak menghukumnya, hal itu terdapat dalam Syarh Madaarijus Saalikiin dan telah saya paparkan di dalam kitab (Tashnifun Naas Baina ad Dhanni Wal Yakin) yang memudahkanku untuk nenerapa kaedah-kaedah yang telah ditentukan dalam hal itu.
Sebelum penutupan saya nasehatkan bagi Saudara-Saudaraku fillah yang terhormat supaya berbuat adil dalam mencetak buku ini (Adhwa’un Islamiyyah) dan tidak boleh disebarkan serta dicetak karena di dalamnya terdapat pemikiran-pemikiran yang keras dan dorongan yang kuat bagi para pemuda ummat ini dengan mengumpat dan memfitnah para ulama’, menolak mereka dan meremehkan kemampuan mereka serta berpaling dari keutamaan-keutamaan mereka..maafkanlah saya semoga Allah memberikan berkah kepadamu apabila saya keras dalam penulisan ini, itu disebabkan karena apa yang telah saya lihat dan sikap kalian yang sangat keras juga rasa sayangku terhadap kalian dan kecintaan kalian kepada kehormatan seperti yang telah saya ketahui.
Itulah apa yang dapat saya tulis semoga Allah membenarkan seluruh tulisan tersebut… wassalaamualaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh..
Saudara kalian Bakar Abu Zaid.
Lalu apa yang dikatakan oleh Al Madkhali dan bantahannya terhadap perkataan yang ilmiyah tinggi ini??
Sesungguhnya perkataanya menyerupai celaan orang-orang yahudi kepada Abdullah bin Salam ketika dihadapkan kepada mereka bahwa dia telah mengikuti kebenaran dan islam setelah mereka mengatakan sebelumnya tentang dia (Dia adalah sebaik-baik kami anak dari sebaik-baik kami).
Setelah penghormatan, pemuliaan dan pujian serta sanjungan yang telah dilakukan oleh Al Madkhali kepada Syaikh Bakar Abu Zaid supaya mendapat dukungan atau dia memujinya dengan penyerangannya terhadap Sayyid Quthub, lalu kamu lihat dia berkata tentang Syaikh Bakar Abu Zaid – ketika dia merasa kecewa dan hilang harapan dari dukungannya dan setelah sampai risalah ini kepadanya – “Sesungguhnya dia termasuk pembela dan penolong kebid’ahan serta bersimpati kepada Ahlul bid’ah dan kebathilan dan hatinya sakit karena hawa nafsu”. (Al Haddul Faashil fir Raddi Ala Bakar Abu Zaid) oleh Rabi’ Al Madkhali hal. 5 dan 98.
Dan ketahuilah perkara ini tidak hanya berhenti bersama dengan orang-orang yang murtad dan sesat dari kalangan Al Jaamiyah dan Madkhaliyah serta orang-orang yang menempuh diatas jalan mereka dengan membela para thaghut itu, namun lebih daripada itu mereka melihat para thagut yang sesat itu sebagai pemimpin-pemimpin kaum muslimin atas peperangan mereka terhadap para dai, ulama’ dan mujahidin bahkan sampai melampaui batas hingga lebih jelek daripada itu. Ketika orang-orang salib Amerika dan lain-lainnya telah masuk ke jazirah Arab pada waktu perang teluk, DR. Safar Hawali berkata : “Sesungguhnya partai Ba’ats itu adalah musuh kita saat ini sedangkan Amerika dan Romawi (orang-orang barat Eropa), mereka itu adalah musuh kita hingga hari kiyamat”7. Maka Muhammad Al Jami segera melancarkan serangan terhadap DR. Safar Hawali, dia mencela perkataannya dan sikapnya tentang kejadian itu, sampai-sampai dia mengatakannya sesat dan mengatakannya dengan kefasikan, mencaci maki Syaikh Salman Al Audah, padahal partai Ba’ats dan thaghutnya sebelum terjadi peperangan adalah yang termasuk disebut sebagai kalangan yang paling dicintai oleh Al Jaami dan penguasa yang paling dia bela, yang mana mereka telah membela, menolong dan memberi bantuan dengan segala macam bentuk pertolongan kepada partai Ba’ats juga pertolongan mereka ketika melawan Iran serta menutup mata bahwa partai itu memusuhi islam dan kaum muslimin juga pembantaian mereka terhadap orang-orang islam di Irak dan Kurdistan, pada waktu itu partai Ba’ats menurut keluarga Sa’ud dan antek-anteknya bukan orang kafir dan atheis, namun mereka menjadikannya kafir ketika partai itu melawan para thaghut keluarga Sa’ud dan keluarga Sa’ud senang dalam mentakfirkan mereka, tidak cukup disitu kesesatan mereka, ketika itu mereka membela pemerintah thaghut bahkan membangun sebuah pembelaan dan pertolongan dengan sekutu mereka dari kalangan orang-orang salib, memuji mereka bahkan mendoakan mereka sampai-sampai kesalahan mereka semakin panjang dengan berdiri diatas mimbar Masjidil Haram dengan mengatakan : (“Jazakumullah Amerika Anna khairan”) (semoga Allah membalas kebaikan kepada kalian wahai Amerika)!!! Sebaliknya dari semua hal ini kamu melihat mereka memuji peperangan para thaghut terhadap orang-orang yang bertauhid dan banyak berkomentar terhadap para dai yang menentang untuk bersekutu dengan orang-orang salib dan membela mereka. mereka membolehkan (menghalalkan) darah-darah para mujahidin bagi para salib dan menolong pemerintahan thaghut serta membela mereka terhadap pembunuhan dan hukuman mati bagi para mujahidin, sebagaimana contohnya dalam syairnya Al Madkhali tersebut.!!
Mereka telah melebihi Khawarij yang sesat dalam hal ini, karena orang-orang Khawarij dahulu dan pemimpin-pemimpin mereka tidak pernah mereka bersekutu dengan orang-orang Ramawi dan orang-orang kafir serta tidak menolong mereka di dalam memerangi kaum muslimin dan orang-orang yang bertauhid, namun hal ini dilakukan oleh kelompok yang keji pada hari ini, dan hanya kepada Allah lah tempat meminta pertolongan dan Allah bertanggung jawab untuk menyediakan bagi din ini urusan yang dapat memberi petunjuk yang dapat memuliakan orang-orang yang taat kepada-Nya dan menghinakan orang-orang yang berbuat maksiat serta merendahkan orang-orang zindik dan munafik.
WashallAllahu wa sallam ala Nabiyyina Muhammad wa ala alihi wa ashaabihi ajma’iin.
Disusun oleh : Abu Muhammad Al Maqdese
Diterjemahkan oleh : Muhammad Ar Rahiil.
31-5-2005 M